How to Reach Job Satisfaction-

Monday, April 18, 2016

Berbicara Job Satisfaction atau kepuasan kerja adalah persoalan bervariasi. Biasanya tergantung pada pemikiran karyawan (pekerja). Prilaku positif pada pekerjaan seseorang dinyatakan sebagai kepuasan kerja. Ini adalah kondisi mental seseorang untuk setiap jenis pekerjaan. Seseorang mungkin merasa kepuasan kerja dan sebaliknya orang lain mungkin merasa tidak puas untuk pekerjaan yang sama, tergantung pada sikap mereka mengenai pekerjaan tersebut. Lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini, beberapa faktor untuk mencapai kepuasan kerja.

Dari sisi situasi ada faktor jenis pekerjaan dan peran di pekerjaan, kepuasan kerja itu terjadi jika anda menjalani pekerjaan yang sesuai dengan tujuan anda. Sebagai contoh seorang sales. Sales itu cenderungnya adalah dinilai baik tidaknya dari pencapaian target yang ditentukan. Seorang sales memiliki tujuan untuk memenuhi target. Ternyata atasannya senang karena bekerjanya bagus sales ini dijadikan manajer, tapi malah kebalikan, malah kontraproduktif. Bahwa sales tersebut ketika menjadi manajer, seorang sales performancenya menjadi turun. Kenapa? Dulu dia hanya fokus pada dirinya dan tugas data target, tapi setelah menjadi seorang manajer- dia bukan mengurus tantangannya lagi tapi mengurus tantangan orang-orang. Performanya menjadi turun karna polanya berubah. Ini perlu dipahami juga bahwa harus hati-hati dalam menentukan peran yang cocok di dalam perusahaan. Sales itu sifatnya solo player, orang-orang solo itu orang yang biasa bekerja sendiri. Jadi performance sebenarnya, orang sales dengan  timnya  hanya bagi-bagi-bagi, dah selesai, fokus dengan target. Kecendrungan jika dia menjadi seorang leader, dia akan harus menentukan target, harus mengolah timnya, dan lainnya yang menyebabkan bebannya berkali-kali lipat. Dan dampaknya prilaku dia tidak akan membuat rekan-rekannya nyaman (biasanya kerjaannya marah-marah) haha.



Kemudian ada faktor social – Kesenjangan. Anda merasa pekerjaan terlalu berat, sedangkan orang lain yang posisinya sama dengan anda dapat fasilitas yang menunjang untuk meringankan pekerjaan.Terus anda marah-marah ke bos,”ko dia dapet ini itu, saya ga dapet, dan blab la bla”, itulah social factor, karena ternyata orang yang dapat fasilitas tersebut adalah anak si bos (wajar kalo anak bos dapat fasilitas banyak) hahaha. 
Nah inilah yang sering terjadi masalah-masalah seperti itu banyak yang tidak tau. Bayangkan yang bekerja di Perusahaan Keluarga, semua anggota keluarga ada di perusahaan, “lah itu anaknya… lah itu sepupunya” :’>. Jadi jika anda ada di dalam organisasi yang sifatnya keluarga, anda berharap – (ga berharap apa-apasih atau lebih tepatnya jangan berharap apa-apa haha) masalah karir dan sebagainya. Menarik nih, Jika bicara perusahaan keluarga, anda harus juga tau karakteristik perusahaan keluarga itu biasanya banyak yang tidak berhasil, saya bilang banyak yang tidak berhasil, berarti ADA yang berhasil misal , perusaan Sidomunc*l, DJAR*M, dll.  Namun yang perlu diperhatikan, kalau kita bicara perusahaan keluarga pada saat tertentu itu tidak lagi  boleh diisi oleh keluarga, jadi kalau pingin maju leadernya jangan diisi oleh keluarga, tapi diisi oleh orang yang professional (kecuali anggota keluarga itu memang sudah professional)

Kemudian ada faktor lain seperti Stress – Justice (keadilan) – Support (dukungan), misal anda tidak pernah didukung atasan anda, tidak pernah disapa itu karakteristik situasional yang menjadi faktor mempengaruhi ketidakpuasan kerja.

Dari sisi personal, ada beberapa faktor yaitu Affectivity (perasaan anda), self Estem (konsep diri anda), dan Values (kebutuhan anda).

Values – Kebutuhan.
Anda bekerja ditempat anda sekarang itu untuk mendapatkan penghasilan? Atau anda bekerja disitu sebagai bagian dari mimpi anda?

Nah itu adalaha prilaku yang berbeda nantinya. Jadi siapa yang diantara anda-anda ini, yang bekerja di tempat anda sekarang sebagai bagian mimpi anda selanjutnya? Atau hanya karna tuntutan hidup?

Mulai untuk memikirkan apakah kebutuhan anda ini menjadi bagian dari tujuan(mimpi) anda atau tidak. Bagi yang tidak bisa menjawab pertanyaan atau galau, kegalauan yang luar biasa tersebut disebabkan karena anda TIDAK memiliki tujuan. Jangankan tujuan, adakah yang membayangkan, diumur 70 tahun nanti anda menjadi apa? Atau seperti apa sih? Apakah pada usia segitu, anda beraktivitas atau anda mungkin sedang berbaring dengan kesakitan? Karena kita semua, “kita” melupakan bahwa kita hidup saat ini untuk masa yang akan datang, jadi kita sering lalai, kita sering Abuse atau menyakiti diri kita sendiri, kita pikir bahwa hidup kita itu hanya untuk saat ini saja. Padahal yang kita lakukan sekarang adalah investasi yang akan digunakan untuk masa tua nanti. Ini yang harus anda perhatikan, karena anda tidak memiliki tujuan, jadi anda menyia-nyiakan hidup anda. Dan memang sudah ada yang mengejar mimpinya melalui karir saat ini, ada sebagian pula yang saat ini tidak tau sebenarnya mau kemana, dan hanya menjalankannya, yang penting bisa makan – bisa hidup – bisa penghasilan – dan memiliki status sebagai pegawai. Tapi anda akan menjadi lost in space, anda akan menjadi tersesat karena tidak ada tujuan yang jelas.

Maka anda akhirnya, karena tidak sesuai dengan situasi pekerjaannya – anda merasa bahwa itu tidak cocok, kemudian anda akan bermalas-malasan dan menjadi kontraproduktif. Artinya prilaku-prilaku tidak produktif itu terjadi karena tidak sesuai dengan tujuan anda ATAU bahkan tidak tau tujuan anda. Salahnya adalah “kenapa anda waktu awal atau pertama kali menerima pekerjaan itu?”. Pertanyaan gini deh, lebih baik ngobrolin bos anda yang suka semena-mena atau misalnya “utang” (hahaha, ada aja pasti yang ngobrolin ini). Ya tidak apa, mengobroli utang anda dimana perusahaan anda tidak dapat mengatasi hutang anda. Penghasilan anda tidak cukup untuk membayar hutang. Pertanyaannya adalah “yang punya hutang siapa?”. Kenapa punya hutang? Hal ini terjadi karena itu tadi, kita tidak bisa membedakan yang mana menjadi kebutuhan dan menjadi keinginan. Coba aja deh yang baca ini (khususnya yang perempuan) silahkan buka lemari kalian, cek di sana mana  baju yang diinginkan dengan baju yang dibutuhkan. Pasti banyakan baju yang diinginkan kan? coba anda pisahkan baju yang anda butuhkan saja dengan yang anda tidak butuhkan, pasti anda akan mengalami kesulitan. Nah itu karena anda tidak tau sebenarnya anda mempunyai prilaku menyampah, coba bayangkan baju yang di lemari anda tidak dipakai hanya dibiarkan, disayang-sayang kemudian di taruh kembali padahal ketika anda keluarkan dan memberikan ke orang lain yang membutuhkan itu baju pasti bisa lebih terpakai. Pasti ada yang berpikir “kami sudah lewati proses milah-milah mana yang dibutuhkan saja dengan tidak, tapi tetap saja … *alasan yang panjang*” Tetap saja seperti tadi artinya, kenapa orang banyak berhutang itu karena dia tidak melihat kebutuhannya, yang dia lihat keinginannya saja. Banyak hal-hal yang akhirnya menyebabkan kita nyampah karena kita tidak tau- kebutuhan kita itu apa. Sebenarnya kita sudah lebih dari cukup, kita tak perlu berhutang.

Karena kesalahannya adalah anda tidak pernah men-setting atau memulai semuanya dari akhir. Anda selalu memulai dari nol- mulai dari awal, awal itu nothing – awal itu tidak ada. 

Coba anda mulai dari akhir, apa yang anda mau lakukan pada usia 70tahun. Misal “oh, pada usia 70 tahun saya sehat masih bisa berlari”, itulah yang harus bayangkan, bahwa kalau kita bicara pada usia 70 tahun kita masih sehat, masih bisa berlari dan masih bisa macam-macam saatnya sekarang Bagaimana anda mulai merancang kehidupan anda supaya sampai usia 70 tahun dalam kondisi yang sehat. Seperti jangan merokok, jangan mengopi, dan jangan begadang jika tidak diperlukan. Tapi jika anda begadang untuk men-setting masa depan anda, sedang merancang masa depan anda, Insha Allah begadang anda ada manfaatnya. Kebanyakan kita wasting (menyampah) pada kehidupan kita. Nah makanya kita menjadi tidak benar, tidak menjadi orang efektif, makanya dalam situasi seperti ini masuk dalam lingkungan kerja menjadi tidak nyaman membuat anda mengomongin perusahaan atau orang lain – ngomongin bos anda. Kehidupan anda jadi penuh dengan gibah. Wasting lagi hidup anda, tidak berguna lagi hidup anda itu.

Salahnya mengapa anda bekerja di sana, kan di awal sudah diberikan kontrak kerja, sudah and abaca kontrak itu dan tanda tangan. Kenapa ketika sudah masuk, anda tidak puas kemudian anda marah-marah? Karena yang dilakukan berbeda dengan yang dikontrak. Anda sampaikan, anda komunikasikan. Terus kenapa anda masih di sana, masih dipekerjaan itu? Berarti anda telah menganiaya diri anda dan aniaya organisasi. Anda tau kan bahwa organisasi tidak bisa perform karena anda tidak perform. Jadi anda menuntut kenaikan gaji tapi anda malas-malasan terus organisasi tidak perform itu karena ulah anda sendiri. Terus anda masih disitu lagi (-_-“) sampai 5 tahun, 10 tahun.

Ini seperti awal yang kita bahas, seharusnya kita tau dulu, tujuannya apa, valuesnya apa. Apa pekerjaan saat ini adalah bagian dari mimpi anda di masa yang akan dating atau anda tidak tau tujuannya apa. Jadi bagaikan anda sedang menaiki tangga dalam keadaan lampunya mati, anda mau menginjak satu anak tangga ada rasa fear, ada ketakutan. Karena anda tidak tau, anda mau kemana. 

Anda sudah masuk kecemasan tinggi, anda takut pada sesuatu yang anda tidak tau apa yang anda takutkan. Hati-hati, makanya dijelaskan kalau anda tidak tau tujuan anda, tugas anda adalah mencari tau. Bukan akhirnya anda ketakutan kemudian meninggalkan itu.

Jadi kalau anda bilang anda stay di sana yang artinya anda stay dengan perusahaan yang tak nyaman itu, seharusnya anda tetap berkontribusi yang positif. Kan kita berbicara hak dan kewajiban, bukan haknya dulu baru kewajiban. Jadi misalnya kalau anda belum menjalankan kewajiban dengan baik, jangan minta hak anda. Tidak pantas menurut saya. 
Nah jadi disini ada Person – Situation Fit, ada job fit, culture fit, dan role fit ini yang harus anda perhatikan (lihat gambar pertama). 
Apakah pekerjaan sekarang itu cocok dengan diri anda? Apakah budaya perusahaan itu cocok dengan budaya anda? dan Apakah peran saat ini cocok dengan diri anda? 
Jika semua terpenuhi anda akan mendapatkan kepuasan dalam bekerja.





You Might Also Like

1 comments

  1. Bagus Git, dah kubaca semua. Yok next week nonton aadc2 #tsaaahh :p

    ReplyDelete

Popular Posts

Treat You Better